TAAT PADA ALLAH

Bismillahi Ar Rahman AR Rahim…

Makna Taat adalah mengerjakan yang diwajibakan Allah Ta’ala dan menjauhi yang dilarang, dan berhenti pada batas-batas yang ditentukan. Imam Mujahid berpendapat mengenai Firman Allah Azza Wa Jalla:

“Dan janganlah kamu melupakan bagian dari urusan dunia.” (QS. Al Qashahs;77)

Maksudnya adalah ayat yang berhubungan dengan kegiatan hamba dalam mengerjakan ketaatan pada Allah di dunia, misalnya beramal shaleh, menyebarkan Agama Allah, dan berjuang dijalannya dalam menegakkan Nilai-nilai islami.

Ketahuilah bahwa pangkal ketaatan adalah mengetahui (merasakan hadirnya) Allah, takut pada Allah, berharap kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Bila seorang hamba hatinya kosong dari rasa taat, maka ia tidak akan bisa merasakan hakekat iman. Sebab taatnya kepada Allah tidak syah, kecuali setelah mengetahui wujudnya iman kepada Allah sebagai Pencipta Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa dan tiada ada satupun pengertian yang mampu menyamai-Nya, hanya Dia Yang Maha Mendengar dan Melihat.”

Ada seorang Badawi berkata pada Muhammad bin Ali Husan ra.”Apakah kamu melihat Allah ketika engkau Menyembah-Nya!” Dia menjawab, “AKu tidak menyembah yang tidak bisa aku lihat. Baduwi bertanya; “Bagaimana kamu bisa melihat Dia!” Dia menjawab, “Aku tidak melihat dengan penglihatan kasat mata, melainkan melihat dengan mata hati berdasarkan hakekat iman, tidak bisa dirasa dengan panca indera dan tidak pula seperti melihat manusia pada umumnya. Dan semua bisa diketahui dengan tanda atau alamat tanpa batas keputusan. Itulah ALlah, tiada Tuhan kecuali Dia. Tuhannya langit dan bumi.

Merupakan keharusan bagiku untuk taat kepada Allah. Semua itu lantaran anugerah dan kebajikan yang dilimpahkan untuk kita. Apalagi Dia sudah memerintahkan, sebab dengan itu akan dilimpahkan anugerah-Nya; yang menjadi pembalasan bagi orang sesat dalam beribadah atau orang taat, semuanya adalah keadilan.

Ketahuilah bahwa seorang hamba tidak akan memperoleh kesempurnaan taat kepada-Nya kecuali dengan membuang perkara duniawinya. Sebagian Hukum mengatakan; Nasehat akan lebih merasuki hati selama hati tidak ada yang menutupi. Dan sesuatu yang menutup ialah perkara duniawi.” kata seorang ulama; “Kehidupan dunia adalah sesat, maka jadikan lantaran untuk menuju ketaatan.”

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on June 22, 2012, in ALLAH SWT. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: