Allah Al Kabiir

Allah Al Kabiir. DIA Maha Besar.
Kebesaran di tingkat Maha.
Kebesaran-Nya itu berada di tataran tiada berhingga.

Sebagai ‘perbandingan’ betapa Maha Besar Allah selaku Sang Khalik, kita dapat sedikit mengetahuinya dari fakta duniawi.
Bahwa alam semesta yang kita tempati ini, yang berisi beratus milyar galaksi dan entah berapa trilyun pula bintang planet di dalamnya, diperkirakan (menurut alat pengukuran yang hingga kini mampu dibuat manusia) dari ujung ke ujung berdiameter atau berjarak sekitar 46 milyar tahun cahaya.

Kemudian, berdasar teori paling mutakhir tentang proses penciptaan alam semesta (teori inflasi atau the inflationary of the universe), terungkap (diperkirakan) tentang adanya suatu realitas yang ‘mewadahi’ atau meliputi alam semesta yang amat luas itu, yang disebut sebagai false vacuum atau hyper vacuum.
Sebagai gambaran betapa luas realitas hyper vacuum itu bila dibanding luas alam semesta, adalah bagaikan perbandingan luasnya galaksi Bima Sakti dengan sebuah bola basket. Atau dengan sebuah bola tenis. Atau dengan sebutir kelereng. Atau, atau, dst.
Artinya bahwa para ahli masih kebingungan, masih belum tahu, seberapa besar sang hyper vacuum itu. Hingga perbandingannya dengan luas alam semesta yang dianalogikan antara galaksi Bima Sakti dengan sebutir kelereng itupun mungkin masih kurang pas, masih tidak sepadan.

Adapun salah satu fungsi keberadaan hyper vacuum, diperkirakan ialah sebagai ‘pensuplai’ kebutuhan materi dan energi bagi seluruh alam semesta.
Dan hal ini pulalah yang dari skala makro-kosmos berakibat menggugurkan teori kekekalan materi dan energi yang telah diyakini umat manusia dalam rentang waktu sekian abad.
Prinsip kekekalan materi dan energi telah ‘tamat riwayatnya’, jadi invalid.
Dalam skala makro-kosmos (melalui bidang ilmu kosmologi), prinsip kekekalan materi dan energi dianggap sudah ketinggalan jaman.

Semua itu (hyper vacuum dan alam semesta) adalah alam dunia yang kita hidup di dalamnya.
Di samping itu, Allah ta’ala juga Menciptakan alam akhirat dengan berbagai dimensi serta ragam realitasnya.
Dan sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an dan al-Hadits, ‘besaran’ alam akhirat jauh lebih besar, teramat luas lagi bila dibanding alam dunia.

Mengingat semua fakta tersebut, nampak betapa Maha Besar Allah Yang Menciptakan seluruh realitas itu, sebab semua itu berada dalam ‘Genggamannya’.
Fakta-fakta ilmiah dan agamawi yang mengilustrasikan betapa Maha Besar Sang Pencipta, hakikat Kebesaran-Nya itu tidak akan mampu dimengerti manusia. Sebab tingkat Kebesaran-Nya berada di tataran Maha yang sedemikian divergen, tiada batas.
Semua itu secara empirik niscaya selalu memuat misteri sehingga mustahil dapat dimengerti secara utuh oleh umat manusia, KECUALI dengan keimanan atau diimani.

Mengimani bahwa Allah ta’ala Yang Ahad, DIA Al Kabiiru.
DIA Maha Esa, Tuhan Yang Maha Besar.
Betapa Maha Besarnya Allah, dan betapa kecilnya diri ini.
Sehingga kian nyatalah bahwa tak ada tempat, tiada sedikit celahpun yang layak untuk bersombong diri.

Subhanallah wabihamdihi subhanallahil’adziim.
Allahu akbar kabiira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrataaw-wa assyiilaa …

Catatan : lihat juga (nanti) status berjudul ‘Al Lathiifu’ yang mengulas keMaha-Kuasaan Allah terhadap realitas super kecil / halus.

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on September 6, 2012, in ALLAH SWT. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: