Asmaul Husna : Al Ahad dan Al Wahid

tauhid

Bismilahi rohmanirohim….

Al Ahad dan Al Wahid , merupakan asma allah 2 kata tersebuat mempunyai makna drai akar kata yang sama

Menurut Imam al Ghazali

Wahid adalah Sesuatu yang Tidak terdiri dari bagian-bagian atau tidak berdua.

Tidak seperti matahari, yang walaupun 1 tetapi terdiri dari beberapa bagian-bagian, maka tidak bisa kita katakan wahid apalagi kalau kita tahu bahwa ada lebih dari 1 matahari untuk galaksi lain.

Ahad adalah sesuatu yang tidak dapat menerima penambahan, baik dalam benak maupun kenyataan,

Ketika kita memikirkan kata ‘wahid (satu)’ maka di benak kita akan memikirkan angka itsnain (dua), tapi kalau kita bilang ‘ahad (esa)’ maka di benak kita tidak ada penambahan.

Kata wahid dalam al quran biasanya di gunakan untuk nama Allah yang sifatnya banyak seperti dalam Qs. Al baqarah:

Di gunakan kata wahid karena keragaman Nya pada sifat-sifat Nya, bukan pada dzat Nya

Ahad biasanya sering di artikan sebagai ‘Esa’ sebagaimana dalam Qs. Al ikhlas,

Allah maha Esa dlm hal apa?

1. Esa dalam dzat Nya

Artinya bahwa Allah tidak terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur, karena kalau terdiri dr berbagai bagian atau unsur maka bagian-bagian tersebut yang menjadi penyebab dari keberadaan Nya, atau paling tidak Allah wujud tergantung pada bagian-bagian Nya, sebagai contoh kita (manusia) memang satu tapi tidak bisa disebut wahid atau ahad karena kita terdiri atas berbagai macam unsur seperti air, daging, tulang, dll. Kita tidak bisa jadi manusia bila salah satu unsur tersebut tidak ada,

2. Esa dalam sifat Nya

Sifat yg dimiliki Allah mempunyai kapasitas yang berbeda dalam dimensi tempat dan waktu walaupun menggunakan kata yang sama, contoh: Allah mendengar, kita juga mendengar tapi mendengar Nya tidak sama dengan kita, karena pendengaran kita terbatas, hanya dapat mendengar dengan frekuensi antara 20 Hz-20.000 Hz, contoh lain, Allah melihat, kita juga melihat, tapi melihat Nya tidak sama dengan kita, kita tidak dapat melihat yang terlalu dekat maupun yang terlalu jauh, sedangkan penglihatan Allah tidak dibatasi ruang dan waktu,

3. Esa dalam perbuatan Nya

Alam semesta dan segala isinya merupakan kreasi tunggal Allah, Dia lah yang menciptakannya tanpa bantuan sedikit pun dari selainnya, dan hasil perbuatan Nya pun tidak ada yang mampu menyamainya walaupun mereka berkumpul dan saling bekerjasama untuk membuatnya.

4. Esa dalam beribadah

Merupakan perwujudan kita dalam mengesakan dzat, sifat dan perbuatan Nya, beribadah murni untuk Nya, inilah yang selalu kita sebut dalam iftitah di setiap sholat kita. “sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah milik Allah, Tuhan semesta alam. . ,”

Bukti akan ke-esa-an Allah,

Memang banyak wajah manusia di dunia ini yang mirip, tapi Adakah wajah dari seluruh manusia di bumi ini yang benar-benar sama? atau adakah suara manusia yang benar-benar sama? Begitu juga sidik jari manusia, adakah yang sama?. Kenapa berbeda? Karena yang menciptakan adalah Sesuatu yang tidak ada sesuatu pun yang dapat menyamainya yaitu Allah SWT.

Tidak ada yang serupa dengan Nya, tidak ada yang menyamai Nya, karena Dia Wahid dan Ahad, Allah tak tergantikan, bila kita bersama Nya, maka kita tidak butuh pada selain Nya, apabila kita bersama dengan seluruh selain Nya, maka kita tetap butuh pada Allah, apapun selain Allah ada gantinya. Contoh: apabila kita bepergian tidak dengan mobil bisa kita ganti dengan sepeda motor, taksi, bus, dll. Orangtua yang tidak punya anak bisa menggantinya dengan mengadopsi anak sebagai anak angkatnya,, ketika kita tidak bisa sholat karena perjalanan jauh, maka kita bisa menggantinya di waktu yang lain.

Bila kita kehilangan sesuatu di dunia ini, pasti ada gantinya, tapi kalau kita kehilangan Allah, kemanakah kita akan mencari gantinya? Sekarang kita tau apakah yang paling mahal di dunia ini bagi kita? Tentu yang mahal adalah yang tak ada gantinya, Allahu rabby

Meneladani sifat Allah al Wahid dan al Ahad,

Kalimat tauhid ‘Lailahaillalloh’ merupakan pengakuan akan Ahad dan Wahid Nya Allah, dalam sejarah kita bisa ambil contoh diantaranya:

1. Bilal bin Rabah, keimanan dan Ketauhidan yang dimilikinya menyebabkan Ia mempunyai keberanian yang luarbiasa, siksaan dari majikannya tidak mampu memenjarakan hatinya, dengan lantang Ia ucapkan “ahad,, ahad,, ahad,,”

2. Masithah, yaitu pelayan putri Fir’aun, keimanan dan Tauhid yang begitu kuat dalam hatinya tak mampu lagi menahanan lidahnya untuk mengucapkan asma Allah di hadapan putri fir’aun, di sediakan kuali besar yang berisi minyak panas(dalam riwayat lain timah) dengan dua pilihan, yaitu mengakui firaun sebagai tuhan atau tidak, ternyata siksaan dunia tak menggoyahkan imannya, mula-mula suaminya, kemudian anaknya yang bungsu dan seterusnya

Hingga sampai pada anaknya yang ketika itu masih bayi, masithah hampir berpura-pura mengakui firaun sebagai tuhan, pada saat itu bayi tsb. Dapat berbicara dan meyakinkan bhwa adzab dunia tidaklah seberapa di banding di akhirat nanti, hingga masuklah mereka berdua ke dalam kuali tsb. Rosulullah pernah mencium bau harum dari keluarga masithah ketika Beliau isra’ mi’raj, subhanallah. , . .

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on February 25, 2013, in ALLAH SWT. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: