Membangun Istana di Surga

Bismilahi AR Rohman Ar Rohimistana di surga

Siapa yang tak mau istana? Istana megah dengan dinding yang terbuat dari batu bata emas dan perak. Setiap emas dan perak  berkerlap-kerlip meneduhkan pandangan serta menyerbakan wewangian yang resi di hidung.

Istana yang kerikilnya dari mutiara dan yakut (batu permata berwarna biru dan hijau). Debunya adalah za’faran. Istana yang indah, artistik, elok dan permai.

Jikalau engkau masuk wahai kawanku, niscaya akan temukan ketenagan jiwa, ketentraman batin, dan kedamaian pikiran. Tak ada resah, tak ada gelisah, tak ada galau, yang adalah kegembiraan, kebahagiaan, dan kenikmatan.

Apakah kau menginginkan istana itu? Istana yang tak usah kau bangun dengan bekerja kerja keras siang dan malam. Tak usah engkau menghabiskan tenaga berjam-jam. Tak usah mengorbankan dan  meninggalkan keluarga. Tak usah engkau bersusah-susah bergadang, kerja lembur mengumpulkan gunungan uang. Engkau pun tak dibebankan untuk mendapatkan istana itu dengan menyewa kuli bangunan dan mengupahnya.

Engkau, wahai saudarku hanya memerlukan waktu tidak kurang dari setengah jam dalam sehari untuk mendapatkan istana itu. Dan yang diperlukan hanyalah keistiqomahan dan kesabaran.

Bayangkanlah gambaran istana itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan, “Batu batanya terbuat dari perak dan emas, tanah untuk melepanya adalah minyak kesturi yang sangat harum baunya, kerikilnya adalah mutiara dan yaqut. Debunya adalah za’faran. Barangsiapa yang memasukinya, niscaya akan merasakan kenikmatan dan tidak akan pernah kesusahan, ia akan hidup kekal dan tidak akan mati, pakaian mereka tidak akan usang dan mereka akan mersakan masa muda selamanya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Allah-lah Yang Maha Pengasih nan Penyayang akan membangunkannya untukmu, wahai saudaraku. Ia tak akan menyianyiakan hamba-Nya yang berharap memohon untuk mendapatkannya. Ia sungguh sangat sayang kepadamu. Ia menginginkan kebaikan atasmu. Akan tetapi, maukah kita dicintai? Maukah kita dikasihi-Nya?

Bagaimana kita mendapatkan istana itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka rahasianya, mewariskan kebaikannya, dan meninggalkan motivasinya.

“Barang siapa yang secara konsekuen (tekun) menjalankan dua belas raka’at shalat sunnah, maka akan dibangunkan baginya sebuah istana di surga: yakni empat raka’at sebelum zhuhur, dan dua raka’at setelahnya, dua raka’at setelah magrib, dua raka’at setelah isya, dan dua sebelum shalat Shubuh.” (HR. at-Tirmidzi)

Tidaklah Allah dan rasulnya menggambarkan keindahan surga melainkan agar hambanya merindukan surga itu. Semua yang dikabarkan tentang kenikmatan surga adalah motivasi bagi kita untuk lebih taat dan patuh terhadap-Nya.

Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa tetap istiqamah dengan kebaikan yang akan kita mulai. Dan mudah-mudahan kita ditemukan dan dikumpulkan kembali di istana yang telah dijanjikannya, di surga nanti. Amien..

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on March 6, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: