Ucapan kita Inspirasi kita ► Perubahan kita, kita mulai dari ucapan kita

Manusia dibekali oleh Allah swt dengan berbagai komponen dan kelengkapan organ tubuh yang canggih: akal, hati, jiwa, jantung, dll.

Semua bekerja terintegrasi dan memiliki keterpaduan yang sangat luar biasa. Salah satu organ rusak atau sakit semua organ akan terpengaruh dan memiliki kaitan yang kuat.

Disisi lain, kita juga diberi oleh Allah swt dengan kemampuan untuk berucap, bercakap dan berbicara. Dengan organ mulut manusia bisa berbicara yang mengeluarkan suara dan dapat didengar oleh dirinya sendiri dan orang lain.

Dengan ucapan ini kita bisa terbentuk kepribadian kita. Mungkin tidak disadari oleh manusia bahwa ucapan merupakan daya inspirasi yang luar biasa bagi diri sendiri. Oleh karena itu, Rasulullah saw memberikan rambu-rambu dengan sabdanya: ” Falyaqul Khairan au liyasmut” (berkatalah yang baik atau diam).

Ucapan kita akan membekas dalam hati dan ingatan bawah sadar kita.

Nasib orang ditentukan oleh ucapannya, misal:

1. Dalam pengadilan memerlukan dan merujuk pada ucapan orang-orang yang terkait: terdakwa, saksi, pengacara, dan hakim.
2. Sumpah dan janji kita menjadi rujukan dalam penyelesaian kasus dan perkara.
3. Dzikir kita akan dihitung dan dicatat dibukukan dalam catatan amal kebaikan kita.
4. dll.

Oleh karena ucapan kita memiliki banyak arti dalam diri kita maka pesan Rasulullah saw sangat bagus untuk menjadi pegangan kita. Jika kita tidak dapat berbicara yang bagus sebaiknya kita diam, tetapi jika bisa berkata yang baik sebaiknya dilakukan karena ucapan yang baik akan menjadi kebaikan kita dan orang lain. Ucapan kita merupakan wujud dari gerak hati kita, hati biasanya memandu kalimat kita. Kalimat yang baik juga akan menjaga gerak hati dalam kebaikan.

Kini ucapan kita bisa diwakilkan dalam bentuk teks di email, milis, forum, blog, komentar, dll, karena setiap kita mengetik kita mewujudkan gerak hati yang terlontar dalam tulisan.

Ucapan kita juga bisa menjadi sumber inspirasi dan perubahan dalam diri kita. Dengan berjanji pada diri sendiri dan orang lain untuk melakukan sesuatu kebaikan akan menjadi acuan dan mailstone bagi sejarah kehidupan kita.

Maka sebaiknya kita selalu berusaha berkata yang baik, dan mengucapkan AAMIIN jika dikatakan sebuah kebaikan terhadap diri kita oleh orang lain,
misal: wah sudah makmur ya… (jawab Aamiin),
wah sudah suskes ya… (jawab Aamiin),
semoga kamu jadi manajer.. (Aamiin).. dsb.

Mungkin dari omongan dan ucapan orang lain itu sebenarnya hanya sebuah ungkapan sekedarnya, meledek, melecehkan, dsb tapi kita harus menimpali dengan kebaikan..

Allah swt tidak akan mengubah nasib seseorang atau sebuah golongan manusia melainkan orang itu sendiri atau golongan itu yang akan mengubahnya..

dari–> http://mdin.staff.uad.ac.id/tag/ucapan-baik/#ixzz1TpEhREzN

“““““““““““““““““““““““

Perubahan kita, kita mulai dari ucapan kita.

Semoga kita semua sukses dan diberi kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas kita, meraih cita-cita kita..
Aamin Allahuma Aamiin.

Sekian renungan hari ini, semoga bermanfaat.

Salah Ukhuwah Bahagia nan Sukses : Ummi Gith

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on April 29, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: