Hari Penghisaban Pasti Akan Datang

lorong kehidupanTelah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (QS Al Anbiya [21]:1)

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat Perhitungan (QS Al Anbiya’ [21] : 47).

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS 39 : 69).

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 2 : 284)

Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim.” Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) Arasy yang mulia. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS 23 : 102 – 117).

Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.(QS 18:105)

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya (QS 24 : 39).

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS 14: 18)

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat. (QS 6 : 62)

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim. (QS 3:57)

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik. (QS 18 : 30)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS 33: 70-71)

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (QS 4 : 122-124)

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (QS 101 : 1-11)

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS 18:46)

                Ayat-ayat Al Qur’an tersebut di atas adalah beberapa ayat saja dari banyak ayat lainnya yang mengabarkan tentang hari perhitungan (Yaumil Hisab). Hal tersebut menunjukkan bahwa akan tiba masanya pada saat manusia dibangkitkan oleh Allah SWT maka mereka akan menghadapi hari perhitungan. Dimana, pada saat itu tidaklah dihisab seseorang oleh Allah SWT melainkan akan dibalas sesuai amalan dan perbuatan masing-masing selama kita hidup di dunia. Tidak akan ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, bahkan tidak mungkin Allah SWT mengembalikan mereka ke dunia guna memperbaiki diri agar amalan-amalannya termasuk golongan yang selamat.

                Setelah masa penghisaban, maka golongan manusia akan terdiri dari dua golongan, yakni, golongan kanan (berat timbangan amal baiknya) dan golongan kiri (berat timbangan amal buruknya). Beruntunglah golongan kanan, karena menjadi golongan orang-orang yang sukses dalam menjalani kehidupan di dunia dan akan ditempatkan ke dalam syurga yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan, dan mereka kekal didalamnya. Sedangkan golongan kiri, sungguh celakalah mereka itu, karena akan ditempatkan ke dalam neraka. Bagi orang kafir, dan orang-orang muslim yang berlaku musyrik saat hidupnya di dunia, maka mereka akan kekal di dalamnya. Adapun bagi seorang muslim yang tidak meyekutukan Allah dengan apapun selama hidupnya di dunia, dan pada saat hari perhitungan timbangan amalnya berat ke kiri, maka ia akan dihukum di neraka tersebut sesuai dengan kadar dosa-dosanya yang dia perbuat selama hidup di dunia, semakin besar dosa yang diperbuatnya maka semakin lama ia akan ‘bermukim’ di neraka. Jika dosa-dosanya sudah habis, maka ia akan Allah masukkan ke dalam syurga, tentunya fasilitas yang ia dapatkan minimalis, namun serendah-rendahnya kedudukan penghuni syurga, adalah 10 kali lebih besar kebahagiaan dan kenikmatannya dibandingkan kehidupan dunia dan seisinya.

                Apakah balasan dari Allah itu hanya akan berlaku setelah hari perhitungan nanti? Yakni syurga ataukah Neraka ?  Ternyata tidak. Perhitungan Allah dimulai sejak seorang manusia dikenai  kewajiban menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, yakni sejak menginjak usia akil baligh yaitu sekitar umur 9-10 Tahun. Sejak itulah, apa yang kita kerjakan akan bernilai baik atau buruk tergantung amalan kita. Amalan baik akan dicatat sebagai kebaikan (sesuatu yang positif dan bermanfaat sesuai Al Qur’an dan Hadits) dan akan mendatangkan kebahagiaan, kemenangan dan pertolongan Allah di dunia sedangkan di akhirat nanti akan mendapatkan pahala dan balasannya syurga. Adapun amalan buruk (sesuatu yang negatif, merusak, merugikan, dan sejenisnya) akan dicatat sebagai kejahatan yang akan mendatangkan penderitaan, kesusahan, kegelisahaan, dan kebahagiaan semu yang jauh dari pertolongan Allah. Perbuatan jahat (buruk) tersebut akan dicatat oleh Allah melalui Malaikat-Nya (Malaikat pencatat amal) sebagai dosa yang harus dipertanggungjawabkan di hari perhitungan nanti.

“Seorang yang kurang amalan-amalannya (kebaikan) maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan”. (HR. Ahmad)

Hadits riwayat Ahmad tersebut memberikan gambaran bahwasanya amalan seseorang akan berdampak pada kehidupannya saat itu juga (di dunia), adapun di akhirat akan Allah timbang antara amal baik dan amal buruknya. Jadi, seseorang yang hidupnya di dunia penuh kegelisahaan, kesedihan, ataupun penderitaan boleh jadi adalah diakibatkan oleh dosa-dosanya, dan Allah sedang menurunkan balasan atas perbuatannya perlahan-lahan sambil berharap orang tersebut sadar dan kembali kepada Allah.

Lantas apa yang harus kita lakukan agar pada saat hari perhitungan nanti, timbangan amal kebajikan kita lebih berat dibandingkan keburukan yang kita lakukan?

Yakni dengan cara mengikuti perintah Allah dan Rosul-Nya secara sungguh-sungguh. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya mutlak harus kita lakukan. Bagi seorang muslim, salah satu perintah yang Allah SWT berikan, dan merupakan kewajiban yang utama adalah shalat wajib 5 waktu.

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on May 10, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: