Renungan: Dosa Bukan Akhir Segalanya

Bismillahirohmanirohim

imaSiapa yang berani mengaku dirinya tidak pernah melakukan dosa? Saya yakin setiap manusia selain Nabi Muhammad SAW, pasti pernah melakukan dosa, baik dosa kecil, besar, sembunyi-sembunyi ataupun yang terang-terangan. Pernah salah seorang teman Saya bercerita bahwa dia pernah tergelincir berbuat dosa. Dia merasa frustasi dan menyesal sekali. Sampai-sampai dia berputus asa bahwa sudah tidak ada gunanya lagi beribadah karena pasti tidak akan diterima oleh Alloh SWT. Kalaupun beribadah, rasa ragu selalu menyusup dalam hatinya, keraguan akankah dosanya diampuni oleh Alloh, ragu akankah amal ibadahnya di terima oleh Alloh.

Jujur, Saya pun sering bertanya-tanya dalam hati apakah amal ibadah Saya, sholat, puasa, sedekah akan diterima oleh Alloh sedangkan Saya pernah berbuat dosa dan mungkin bahkan masih sering mengulang dosa. Sampai akhirnya Saya merenungi syair dari salah satu kelompok nasyid dari Malaysia The Zikr yang sedang saya dengar melalui MP3:

Tuhan…..

Dosaku menggunung tinggi, namun rahmatMu melangit luas….

Selangkah ku rapat padaMu, seribu langkah Kau rapat padaku….

Tuhan

Walau sering ku tobat mungkir….

Namun pengampunanMu tak pernah berhenti

Astagfirullah…..Saya tersadar bahwa ternyata rahmat dan ampunan Alloh sangatlah luas. Terutama buat hambanya yang benar-benar mau bertobat. Dosa yang pernah kita lakukan bukanlah akhir dari segalanya. Bukan berarti dengan berbuat dosa telah tertutup pintu rakhmat tuk menggapai cinta Ilahi, asalkan kita bertobat dengan sebenar-benarnya tobat.

Setidaknya dengan pengalaman tergelincir pada dosa membuat kita lebih waspada dan berhati-hati agar tidak tergelincir untuk yang kedua kalinya. Bahkan membuat kita semakin bersemangat untuk terus memperbaiki diri menjadi yang lebih baik, Insyaalloh.

Satu lagi kegelisahan Saya dan mungkin juga Anda rasakan adalah seperti syair Abunawas berikut ini:

Ilaahi lastu lil firdausi ahlan Walaa aqwaa ‘alan naaril jahiimi. Fahabli taubatan waghfir dzunuubi Fainnaka ghoofirun dzanbil adhiimi.

Dzunuubi mitslu a’daadir rimaali Fahabli taubatan yaa Dzal Jalaali Wa umriy naaqisun fi kulli yaumi Wadzanbi zaaidun kaifahtimaali

Wahai Tuhan ku tak layak ke syurga Mu Namun tak pula aku sanggup ke nerakaMu Ampunkalah dosaku terimalah tobatku Sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa2 besar

***

Dari Bunda Naila

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on May 14, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: