Ali Bin Abi Tholib ( sosok keadilan

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi pernah berbicara kepada para sahabatnya, ‘ bila kalian ingin mengetahui pengetahuan Adam, keteguhan Nuh, kebiasaan Ibrahim, doa Musa, ketakwaan Isa dan petunjuk Muhammad dalam diri satu orang, lihatlah pada orang yang sedang menuju ke arah kalian’ . Ketika para sahabat mengangkat kepala, mereka melihat Ali.

Ali berkata, bahwa kebenaran dan kebaikan adalah sesuatu yang nyata dan internal. Dia yakin sekali bahwa umat manusia pasti mengakuinya walaupun tiap orang akan mempunyai interpretasi yang berbeda-beda. Bahkan bangsa-bangsa kuno pun tumbuh subur berkat keyakinan ini, walaupun mereka tidak menyadarinya. Mereka memegang teguh pandangan dan keyakinan nenek moyang mereka dan mengamalkannya karena dengan begitu mereka akan selamat.

Dasar dari seluruh keyakinan dan pemikiran adalah hal di atas, oleh karena itu pasti ada kebenaran absolut (mutlak) yang menjadi titik tolak setiap diskusi dan pendapat.

Kualitas intelektual dan spiritual Ali memungkinkannya menyadari fakta ini dan beliau percaya dengan sepenuh hatinya bahwa segala sesuatu yang berasaskan kebenaran pasti tidak akan goyah. Dan dia menjadi standar yang membedakan antara kebenaran dan kebohongan.

Banyak sekali pepatah atau pribahasa yang dikenal dan di ulang secara verbal atau tertulis, setiap orang mengambil salah satu dari pepatah itu sebagai moto yang sesuai dengan sikapnya. Namun, apakah anda pernah melihat seseorang yang merupakan penjelmaan dari kesucian, kerendahan hati dalam arti sebenarnya? Dari sekian banyak pribadi agung di dunia ini, Ali merupakan yang terkemuka dari segi cinta dan ketulusan.

Ketulusan dan keikhlasan merupakan kebiasaan sari sikap beliau, hati dan jiwanya penuh dengan sifat ini. Beliau mencintai orang bukan untuk mencari keuntungan dirinya sendiri, dia selalu menepati janji, keikhlasan menjadi esensi keberadaannya. Melalui kecerdasan alamiah yang luar biasa Ali menyimpulkan bahwa kebebasan adalah sesuatu yang amat sakral. Penduduk bumi terus memburu benda keramat ini, karena tak ada satupun yang sejajar dengan kebebasan.

Kebijaksanaannya yang luhur, pengetahuannya yang tinggi, kefasihan yang tak tertandingi, keberanian yang penuh cinta, kebaikan yang tak bertepi semuanya berbaur di tubuh Ali. Bila seseorang memiliki salah satu sifat beliau, maka ia akan mampu mempesonakan orang lain dan bila seluruh sifatnya bersatu pada dirinya maka kebesarannya membuat orang lain terkesima.

Dia adalah orang besar yang mengungguli para filusuf dunia ( dari segi daya pikir), orang baik dunia (dari segi kemurahan hati dan derma), para sarjana dunia (dalam hal keluasan ilmu), para penyelidik dunia (dari bidang wawasan), orang-orang saleh (dalam urusan kesederhanaan), para dermawan ( dalam perkara cinta dan kebaikan) dan para reformer dunia (dalam perkara pembaharuan). Dia merasakan penderitaan orang yang tak berdaya dan menolong orang tertindas dalam kesukarannya. Ali selalu sedia mengorbankan hidupnya demi kebenaran.

Sama saja bagi Ali, sejarah mengenalnya atau tidak dan apakah keutamaannya nampak besar atau tidak. Namun demikian sejarah telah menyaksikan dia sebagai pemerhati manusia yang paling dalam. Dia mengorbankan nyawa demi kebenaran dan penyeru keadilan.

(George Jordac)

puttritidur.blogdetik.com

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on May 23, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: