Kedudukan Manusia Di sisi Allah

Ada tiga syarat untuk mematahkan ruang dan waktu yang hanya di miliki malaikat dan sebagian manusia, yaitu tidak berdusta, konsisten dan mengenal Tuhannya.

Tidak berdusta mengandung cakupan yang amat luas, sebab sekecil apapun maksiat itu adalah dusta juga namanya. Ketika dusta telah hilang, maka resonansi antara jasad dengan jiwa menjadi kuat, sehingga salah satu efeknya adalah orang tidak akan sakit raganya jika jiwanya sehat.

Konsisten dapat berarti teguh pada pendirian, Ketika seseorang menyatakan sesuatu itu buruk, maka tidak akan di lakukannya sekalipun harus dibayar dengan nyawa. Keteguhan pendirian ini berakibat resonansi antara jiwa dengan roh, artinya jiwa, roh dan jasad telah menuju satu fase.

Mengenal Tuhan dengan baik adalah suatu yang paling sulit, tetapi tentu Allah akan menjamahnya bagi siapa yang dikehendaki-Nya, yaitu orang yang mencari-Nya. Mencari-Nya tentu dengan ilmu dan harus di tempuh secara hirarki melalui tahapan-tahapan. Berdoalah dengan menyebut nama Tuhanmu, itulah yang paling utama. Barang siapa yang memiliki ketiganya maka sempurnalah ia sebagai hamba yang paling makbul doanya. Artinya ia telah mampu mematahkan ruang dan waktu, sekat antara dirinya dengan Allah.

Allah itu sangat jauh, sebagaimana isyarat Isra’ dan Mi’raj, tetapi Allah adalah Nur Maha Besar dan Maha Meliputi, maka Dia berada di mana saja. Bahkan tidak satu zat pun tampa kehadiran-Nya. Artinya, sebaliknya Diapun amat dekat, jauhnya Allah dari sebab kita menjauhi-Nya dan dekatnya Allah juga dari sebab kita mendekati-Nya.

– Apakah sebenarnya makna hakiki hidup ini? Bahwa kita tidak hidup sendiri dalam dunia ini, tetapi berkelompok, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kamu” saling mengenal”, bukan merasa saling lebih unggul atau lebih baik dari yang lain. Oleh sebab itu, diturunkanlah petunjuk dari langit, bahkan berulang-ulang untuk meluruskan dan memperingatkan akan kealpaan.

– Hidup adalah permainan sandiwara, di mana seseorang kadang-kadang lupa bahwa ia sedang bersandiwara. Ia menjadi amat serius menanggapi dunia, sehingga tiba-tiba menjadi tamak lalu keluar dari alur skenario sutradara. Namun sayang sandiwara yang diperankan itu amat hidup, naskah skenarionya di buat begitu halus, sehingga seakan-akan bukan sandiwara lagi. Dan lihatlah, hanya satu dua orang yang selalu menyadari bahwa dirinya berdiri di atas pentas. Bahkan banyak yang merasa amat puas jika melanggar sunnatullah, membuat susah hati sesamanya. Bahkan disayatnya hati itu dengan singgungan lidah. Tetapi ia masih bisa tertawa-tawa, sampai akhirnya ia di panggilpulang. Ia baru menyesali perbuatannya setelah melihat bayangan Izrail mendekatinya.

– Lembaga ilmu lengkap di dalam Al-Qur’an keyakinan tumbuh dari hati, dan hati yang bersih akan membuahkan kepekaan. Dalam kondisi ekstrim, ruang dan waktu dapat terdilatasi ( bertambah) oleh kepekaan ini. Namun siapakah yang mampu mencapainya tampa izin Allah? meskipun izin Allah untuk siapa saja, tetapi semua berasosiasi dengan sebab akibat. Tentu Allah mengetahui siapa yang pantas mencapai atau menerimanya.

– Orang menjadi peka karena bersih, seibarat bayi, amat peka terhadap sentuhan, sebab ia amat bersih. Ketahuilah bahwa hati yang bersih hanya terjadi pada orang-orang yang tidak mengharapkan dunia secara berlebihan, melainkan sebagai fatamorgana. Ada, tapi tidak ada. Dan hati yang bersih tidak akan menyimpan dendam kesumat, iri, dengki dan semacamnya, sebab hanya membuat hati menjadi tidak sehat. Hati yang bersih tidak bercampur dengan kesombongan, pongah, angkuh, egois dan sejenisnya, yang akan membuat mata hati menjadi kabur. Hati yang bersih adalah hati yang buta terhadap perhiasan dunia, sebab perhiasan dunia hanya akan membuat hati menjadi lalai. Hati yang bersih, hanyalah hati yang mengandung kemesraaan cinta yang indah tentunya, sehingga mudah beresonansi dengan Allah, sebab Allah itu Maha Indah, sumber dari segala keindahan.

– Oleh sebab itu, berbuatlah yang banyak dalam menolong manusia, tidak menyusahkan atau menyakiti hati mereka. Dengan demikian Allah akan menutupi aib-aib kita ( insya Allah) dari hal yang tidak disengaja, lupa, terlanjur, dan dari hal yang sudah lampau namun sulit diperbaiki lagi. Perbuatan baik tersebut akan membuat manusia lupa akan piutang sakit hati mereka kepada seseorang, dari sebab aib itu ditutupi oleh Allah. Dari situlah sumber Ridha Allah yang paling besar.

Bertuhankan hawa nafsu

Hawa nafsu bagaikan kuda liar yang di tunggangi manusia, jika manusia tidak mengerti cara menjinakkannya, maka ia akan merusak semua yang baik yang ada dalam diri manusia.

Musuh utama manusia adalah hawa nafsu itu sendiri. Sehingga orang bijak berkata, orang yang paling kuat adalah orang yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Jika hawa nafsu itu tidak bersemayam lagi dalam diri manusia, maka manusia itu adalah mayat hidup, jadi ada hidup pasti ada nafsu, sebab keduanya tidak dapat di pisahkan. Oleh sebab itu kita di tuntut untuk mampu mengendalikan diri.

Ada hawa nafsu yang sejalan dengan kebaikan dan ada hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan. Yang terakhir adalah hawa nafsu yang dapat di tunggangi oleh syaitan yang memang di tugasi menguji kemampuan kita mengendalikan hawa nafsu.

Dalam Al-Qur’an di sebutkan : ” Dan berkatalah syaitan takkala perkara (hisab) telah di selesaikan: ” Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi salahkanlah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih” (Q-14 : 22).

(A.H.Dabana)

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on May 23, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: