CINTA dan Kasih Sayang ALLAH

khutbah-jumat-penyakit-hati

Bismillahirohmanirohim

Manusia sering mencari cinta sejati . Cinta sejati tidak dilandasi keinginan memiliki dan menguasai , tetapi semata mata keinginan kasih sayang. Cinta sejati sama sekali tidak dilandasi pamrih atau keinginan memiliki atau menguasai. Seorang ibu aatau ayah  mungkin saja masih punya pamrih di dalam mendidik anak anaknya. Cinta sejati hanyalah dimiliki oleh Pencipta, Pemilik, dan Pemelihara  manusia yaitu Allah saja. Salah satu sifat  Sang Pencipta adalah ArRahmaanir Rahiim , Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kasih sayang Allah ini diberikannya kepada seluruh makhluk ciptaan Nya tanpa pamrih. Bila Allah memerintahkan hambaNya untuk beribadah dan mengabdi kepadaNya , ini bukan untuk kepentingan Allah sendiri, tetapi justru untuk menambah limpahan rahmatNya yang lebih besar nanti di akhirat. Semakin seseorang giat beribadah kepada Allah, semakin bertaqwalah ia dan semakin tinggi pula kasih sayan yang akan Allah berikan padanya.

Kata “Ar Rahmaan” artinya yang sangat banyak dan berlimpah ruah rahmatnya. Biasanya dihubungkan dengan pemberian Allah yang sangat banyak di dunia ini. Ia berlaku umum pada seluruh makhluk Allah dan terutama pada manusia. Kita bisa membaca alam semesta sebagai hamaparan rahmat dan nikmat Allah yang tiada terkira banyaknya. Allah menantang kita untuk mempelajari, menghayati, kemudian mensyukuri semua itu.

“Bahwasanya pada kejadian  langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, dan kapal yang berlayar di lautan yang memberi manfaat bagi manusia (untuk perhubungan), dan air yang diturunkan Allah dari langit , maka dihidupkannya di permukaan bumi itu berbagai jenis (genus, varietas, spesies) makhluk hidup, dan peredaran angin dan awan dengan amat patuh anatara langit dan bumi. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi pembuktian bagi golongan yang mempergunakan akalnya” (Q.S Al Baqoroh 2 : 164 )     

Namun sayang tidak seluruh manusia menyadari betapa banyaknya pemberian Allah berikan padanya . Kebanyakan manusia meskipun mengaku berima kepada Allah, masih saja kufur nikmat. Mereka lupa atau tidak mau bersyukur atas nikmat Allah yang mereka rasakan.

Nabi Muhammad sallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Allah menjadikan rahmat seratus bagian . Lalu Dia menurunkan satu bagian di bumi. Dari satu bagian inilah semua makhluk di dunia sayang menyayangi sehingga binatang pun mengangkat kakinya, sebab takut kalau menginjak anaknya” (HR Bukhari)

Dalam hadist lain beliau bersabda :

“Sesungguhnya ketika Allah menjadikan langit dan bumi , dan menjadikan pula seratus rahmat . tiap tiap benda yang basah berada di antara langit dan bumi mendapat bagian dari rahmat itu. Kemudian satu rahmat , bagian dari  seratus itu, diturunkan ke bumi. Dengan rahmat satu itu seorang ibu mengasihi anaknya, binatang binatang dan burung sama sama mendapat rahmat tersebut. Apabila datang hari kiamat, Allah menyempurnakan rahmat itu.” (HR. Muslim)

Sekadar untuk memudahkan manusia menggambarkan nikmat Allah yang tidak terbatas itu, Rasulullah  menjelaskanbahwa Allah menciptakan 100 rahmat. Satu persen (1/100) diberikan Allah kepada seluruh makhluk yang ada di  bumi, yang dahulu, yang kini dan yang akan datang. Rahmat satu persen itu pun sungguh banyak , tidak mungkin terhitung oleh manusia. Dengannya manusia mendapat kasih sayang yang lengkap. Termasuk ibu menyayangi anak anaknya , suami menyayangi istrinya, manusia satu dengan yang lain saling bela dan sayang. Demikian pula binatang binatang dan tumbuh tumbuhan serta seluruh makhluk lainnya berkasih sayang hanya dengan satu persen kasih sayang Allah itu.

Subhanallah, baru satu persen dari rahmat Allah yang telah turun. Bila yang satu bagian saja sudah tidak terhingga oleh kita, maka bagaimanakah yang 99 bagian lainnya. 99 persen sisa rahmat Allah itu akan diberikan Allah bagi orang orang yang beriman di akhirat nanti . Itulah surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan Allah.

Siapakah yang memperoleh rahmat atau kasih sayang Allah yang 99 persen itu?mereka adalah orang orang yang dicintai Allah di dunia ini. Yaitu mereka yang mencintai Allah dan hidup dalam bercinta dengan Allah dan orang oran yang dicintai Allah.

Serial CINTA PADA ALLAH

Penulis : Nabila Wati (Danus KAMMI)

http://kammiuhamka.wordpress.com

About evadailami

Hamba Allah yang ingin banyak belajar dari kalian

Posted on June 18, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: